PROCESS COSTING
Process costing adalah sistem dimana biaya unit
produk atau jasa diperoleh dengan menetapkan jumlah biaya untuk banyak unit
output yang identik atau mirip. Cost per unit dihitung dengan cara menghitung
total biaya dibagi dengan jumlah unit output dari proses produksi. Setiap unit
memiliki direct material cost, direct labor cost, dan manufacturing overhead
yang sama.
Process costing memisahkan biaya ke dalam kategori biaya
sesuai dengan saat biaya dimasukkan ke dalam proses
1. Direct material biasanya dimasukkan pada awal
dari proses produksi
2. Conversion cost pada umumnya dimasukka merata
sepanjang proses produksi
Ada 3 kasus dalam process costing
No
beginning or ending work in process inventory
Pada Januari 2014, pasific elektronik bagian assembly department tidak
memiliki beginning inventory. Selama bulan Januari assembly department memulai,
menyelesaikan perakitan, dan mentrasfer 400 unit output ke testing department.
Physical unit for January 2014
|
|
Works in process, beginning inventory
|
0 unit
|
Started during January
|
400 unit
|
Completed and transferred out during january
|
400 unit
|
Works in process, ending inventory
|
0 unit
|
Physical unit mengacu pada jumlah output unit baik complete atau incomplete.
Pada tanggal 31 januari semua jumlah unit completed.
Total cost for January 2014
|
|
Direct manufacturing cost added during January
|
32.000
|
Conversion cost added during January
|
24.000
|
Total assembly department cost added during january
|
56.000
|
Hitung cost per unitnya.
Direct material cost per unit
(32.000 : 400 unit)
|
80
|
Conversion cost per unit
(24.000 : 400 unit)
|
60
|
Assembly department cost per unit
|
140
|
Zero beginning
and some ending Works in process inventor
Pada
februari 2014, Pasifik elektronik akan memproduksi 400 unit output lagi. Karena
semua inventory pada assembly department pada bulan Januari semua terselesaikan
maka tidak ada beginning inventory pada bulan februari. Dari target 400 unit
output, yang terselesaikan di assembly department hanya 175 unit output. Biaya yang
dikeluarkan selama bulan februari adalah 32.000 untuk direct material dan
18.600 untuk conversion cost.
Direct
material memiliki degrees completion 100% karena semua direct material
ditambahkan ke dalam proses pada saat awal perakitan dimulai.
Equivalent unit adalah jumlah unit setengah jadi dalam Works in process
dianggap setelah menjadi barang jadi ditentukan dari beberapa persen unit
setengah jadi tersebut telah selesai dikonversi.
Step 1 rangkum arus dari unit fisik output
Step
2 hitung output dalam bentuk equivalent unit
Equivalent
unit adalah jumlah unit barang jadi yang seharusnya dapat diproduksi dengan
jumlah input yang dipakai.
Step 3 ringkas total biaya yang digunakan
Step 4 hitung biaya per equivalent unit
Step
5 membagikan total biaya ke unit yang selesai dan unit di WIP akhir dengan cara
mengalikan biaya per equivalent unit (step 4) dengan equivalent unit (step 2)
Jurnal yang dibutuhkan:
WIP-assembly 32.000
Account payable control 32.000
(untuk mencatat direct material selama bulan februari)
WIP-assembly 18.000
Various account 18.000
(untuk mencatat conversion cost selama februari)
WIP-testing 24.500
WIP-assembly 24.500
(mencatat cost of goods completed dan ditransfer ke testing departemen)
With some beginning and ending work in processWIP-assembly 32.000
Account payable control 32.000
(untuk mencatat direct material selama bulan februari)
WIP-assembly 18.000
Various account 18.000
(untuk mencatat conversion cost selama februari)
WIP-testing 24.500
WIP-assembly 24.500
(mencatat cost of goods completed dan ditransfer ke testing departemen)
Diketahui data sebagai berikut:
225 unit WIP pada bulan februari dengan 18.000 direct material dan 8.100 coversion cost.
275 unit yang akan diproduksi, total tambahan biaya untuk direct material sebesar 19.800, total tambahan biaya untuk conversion cost 16.380 selama bulan maret.
sejumlah 100 unit WIP pada ending inventory akhir bulan maret.
Dalam kasus ini, harus dipilih metode penilaian inventory yaitu wighted average method dan FIFO.
Weighted-average process costing method menghitung cost per equivalent unit terhadap seluruh pekerjaan yang telah selesai tanpa memperhitungkan periode akuntansinya tanpa memperhatikan unit mana yang selesai terlebih dahulu. total biaya untuk produksi dibagi ke total equivalent unit pada tanggal selesai produksinya.
Dalam wighted average cost, equivalent unit completed and transferred tidak memperhatikan unit mana yang selesai dikerjakan terlebih dahulu. Physical unit 400 untuk 400 unit equivalent unit direct material dan 400 equivalent unit conversion cost.
Jurnal yang dibutuhkan:WIP-assembly 19.800
Account payable control 19.800
(untuk mencatat direct material selama bulan maret)
WIP-assembly 16.380
Various account 16.380
(untuk mencatat conversion cost selama maret)
WIP-testing 52.000
WIP-assembly 52.000
(mencatat cost of goods completed dan ditransfer ke testing departemen)
First in first out (FIFO) process costing method, menetapkan cost dari WIP beginning periode akuntansi sebelumnya sebagai unit yang pertama kali diselesaikan dan ditrasnfer, dan menetapkan cost of unit equivalent unit yang dikerjakan di periode tersebut untuk diselesaikan pertama kali kemudian mulai menyelesaikan unti baru dan selanjutnya ke unit wip akhir. Metode FIFO berasumsi bahwa unit equivalent yang pertama kali diselesaikan terlebih dahulu.
Pada row "From beginning work in process" jumlah equivalent unit untuk direct material adalah 0 dan conversion cost 90 karena pada metode FIFO inventory yang masuk pertama kali dianggap diselesaikan terlebih dahulu. Equivalent unit 225direct material dan equivalent unit 135 conversion cost dianggap telah selesai dikerjakan.
Perlu diingat pada step 4equivalent unit yang dipakai untuk pekerjaan yang selesai pada periode saat ini untuk direct material dan conversion cost.
Pada step 5, direct material 18.000 dan conversion cost 8.100 di work in process beginning langsung saja dimasukkan dalam perhitungan tidak perlu ada perhitungan equivalent unit dikalikan cost per equivalent unit.
Comments
Post a Comment